Halo bloger suami istri yang sudah lama menantikan anak. Mungkin kamu sudah berobat kedokter tapi tidak juga hamil. Saya berbagi pengalaman nih. Kami 2 tahun menantikan tanda tanda kehamilan. Terakhir sempat jenuh dan pasrah kepada kehendak Tuhan dan tak berniat lagi melakukan terapi pengobatan.
Awalnya saya hanya berniat menjaga kesehatan dan kebugaran. Di beranda FB saya sering lewat berbagai jenis ramuan tradisional. Misalnya jehe yang direbus bermanfaat untuk imun dan kesehatan paru. Kunyit yang direbus untuk kesehatan hati. Cengkeh untuk kesehatan pembuluh darah.
Lalu saya kedapur mengamati bumbu apa saja yang ada. Berawal dari ini saya ambil jahe, kunyit, lengkuas, temu lawak masing masing 1 ruas sepanjang jari tengah semua digeprek masukkan kedalam panci, bumbu lainnya 1 bungkus jinten. 1 bungkus merica, 1 bungkus ketumbar, 2 biji kapulaga 2 biji bunga lawang, 8 biji cengkeh, 1 ruas kayu manis ukuran jari tengah, 2 batang serai. 5 gelas air
Rebus hingga mendidih
Minum pagi dan malam, tambahkan madu hutan akasia 1 sendok makan dan 1/2 jeruk peras nipis untuk 1 gelas sajian. Diminum oleh suami juga istri masing masing 1 gelas.
Minumlah setiap hari.
Tambahan untuk istri suplemen asam folat 1 x per hari beli di apotik ya.
Waktu yang baik untuk campur suami istri adalah berdasarkan masa subur hari ke 8 sampai 16, tapi pilihlah hari ke 10, 12, 15 setelah haid dihitung dari haid pertama. Misalnya haid pertama tanggal 3 selesai haid tanggal 5 maka yang dihitung dari awal yaitu tanggal 3 maka masa subur mulai tanggal 10 sampai 18 maka pilihlah tanggal 13, 15, dan 18 untuk bercampur.
Tespek jika telah telat haid atau setelah 2 minggu, jika hasil positif garis 2 hentikan pengobatan tradisional.
Jangan lupa bersykurlah dalam segala hal dan ingatlah sang pemberi mujijat Tuhan Yesus Kristus.
Selamat mencoba.
Komentar
Posting Komentar